Devi Sulistyani - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai
Devi Sulistyani - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai

Gadget saat ini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa. Hampir semua aktivitas akademik maupun nonakademik dilakukan melalui perangkat ini, mulai dari mencari materi kuliah, mengikuti pembelajaran daring, hingga berkomunikasi. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik, kualitas tidur, hingga konsentrasi belajar mahasiswa.

Penggunaan gadget dalam durasi yang lama diketahui dapat memicu kelelahan fisik. Mahasiswa yang terlalu sering berada di depan layar rentan mengalami mata lelah, nyeri pada leher dan punggung, serta kondisi tubuh yang kurang bugar. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa lamanya penggunaan gadget dapat berhubungan dengan tingkat kelelahan fisik serta kondisi kesehatan tubuh secara umum, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

Selain itu, kebiasaan menggunakan gadget secara berlebihan, terutama pada malam hari, juga berdampak pada kualitas tidur. Banyak mahasiswa yang sulit melepaskan diri dari ponsel sebelum tidur, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang. Padahal, kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya fokus saat mengikuti perkuliahan. Ditambah lagi, kebiasaan seperti melewatkan sarapan juga dapat memperburuk kondisi konsentrasi mahasiswa dalam belajar.

Dari sisi akademik, gangguan dari gadget juga tidak bisa diabaikan. Notifikasi media sosial, pesan instan, dan berbagai aplikasi hiburan sering kali mengalihkan perhatian saat belajar. Akibatnya, fokus menjadi mudah terpecah dan proses belajar tidak berjalan optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa gadget dapat menjadi faktor yang menurunkan efektivitas belajar apabila tidak digunakan secara bijak.

Berbagai penelitian juga menegaskan bahwa dampak negatif penggunaan gadget berlebihan tidak hanya terjadi pada fisik, tetapi juga mental dan perilaku mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasinya, seperti membatasi waktu penggunaan gadget, menjaga pola tidur yang teratur, serta meningkatkan aktivitas fisik agar tubuh tetap sehat dan seimbang.

Dengan demikian, gadget sebenarnya tetap memiliki manfaat besar dalam dunia pendidikan. Namun, tanpa pengendalian yang baik, alat ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan konsentrasi mahasiswa. Kuncinya terletak pada bagaimana mahasiswa mampu mengatur penggunaannya agar tetap seimbang antara kebutuhan akademik dan kesehatan diri.

Referensi

  • Halim, F. A., Bisa, A. A., Tipawea, M. L. N., & Lewar, Y. A. (2026). Pengaruh Kualitas Tidur, Kebiasaan Sarapan, dan Durasi Penggunaan Gadget terhadap Tingkat Konsentrasi Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh, 6(1), 97–106.
  • Rinanda, D., Febriyaningrum, D. N., & Nitasari, M. (2025). Strategi Mengatasi Dampak Negatif Penggunaan Gadget Berlebihan pada Kesehatan Fisik dan Mental Mahasiswa Institut Bakti Nusantara Lampung. Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia, 2(3), 108–114.
  • Rosyida, H. L., Agustina, T., Lestari, N., & Pramuningtyas, R. (2022). Pengaruh Lama Penggunaan Gadget dan Indeks Massa Tubuh terhadap Kelelahan Fisik Mahasiswa FK UMS pada Masa Pandemi Covid-19. Malahayati Nursing Journal, 4(8), 2062–2069.