
Berapa kali kita memeriksa ponsel dalam sehari? Banyak bukan? Tanpa kita sadari, kebiasaan sederhana tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh teknologi terhadap kehidupan kita. Hampir setiap aktivitas dari kita semuanya memanfaatkan tekonologi.Mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga berbelanja, yang dilakukan dengan bantuan teknologi. Bahkan, banyak orang yang langsung melihat ponselnya sesaat setelah merka bangun tidur. Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi telah memberikan kemudahan yang luar biasa bagi kehidupan kita yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketergantungan terhadap teknologi. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul sebuah pertanyaan menarik apakah manusia masih mengendalikan teknologi, atau justru teknologi yang mulai mengendalikan manusia?
Menurut teori Determinisme Teknologi yang dikemukakan oleh Marshall McLuhan, perkembangan teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga mampu memengaruhi cara manusia berpikir, berperilaku, dan menjalani kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan kita yang semakin bergantung pada teknologi digital. Banyak dari kita merasa tidak nyaman ketika jauh dari ponsel atau tidak memiliki akses internet. Selain itu, media sosial juga turut mempengaruhi cara kita dalam memperoleh informasi, berinteraksi, bahkan menentukan gaya hidupnya.
Menurut saya, persoalan utama di era digital bukanlah keberadaan teknologi itu sendiri, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Tanpa disadari, banyak aktivitas sehari-hari kita kini bergantung pada teknologi. Kita sering membuka media sosial tanpa tujuan yang jelas, memeriksa notifikasi secara berulang, bahkan merasa gelisah ketika jauh dari ponsel. Kondisi ini menunjukkan bahwa batas antara memanfaatkan teknologi dan bergantung padanya semakin tidak terlihat. Jika terus dibiarkan, kita dapat kehilangan kendali atas waktu, perhatian, bahkan cara berpikirnya sendiri.
Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam menggunakan teknologi secara bijak. Literasi digital perlu ditingkatkan agar kita mampu memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan. Selain itu, pengaturan waktu penggunaan gawai juga penting untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata.
Pada akhirnya, teknologi bukanlah musuh kita. Teknologi diciptakan untuk membantu dan mempermudah kehidupan. Namun, tantangan terbesar di era digital adalah memastikan bahwa kita tetap menjadi pihak yang mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup tanpa mengurangi peran kita sebagai manusia dalam pengambil keputusan utama.
Referensi
- McLuhan, M. (1964). Understanding Media: The Extensions of Man. New York: McGraw-Hill.
- APJII. (2024). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024.