Nesti - STIA LANCANG KUNING DUMAI (S1)
Nesti - STIA LANCANG KUNING DUMAI (S1)

Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat, terutama dengan hadirnya Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, bisnis, dan media sosial. Generasimerupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan AI karena aktif menggunakan internet dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, AI juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, ketergantungan terhadap teknologi, dan berkurangnya kemampuan berpikir kritis.

Oleh karena itu, literasi sains menjadi kemampuan penting yang perlu dimiliki Generasi Z agar dapat memanfaatkan AI secara bijak.Literasi sains adalah kemampuan memahami konsep-konsep sains dan menggunakannya untuk mengambil keputusan berdasarkan fakta dan bukti. Literasi sains juga mencakup kemampuan berpikir logis, kritis, serta mampu mengevaluasi informasi yang diterima.Di era AI, literasi sains berperan penting dalam membantu Generasi Z menyaring informasi. Banyak informasi yang beredar di internet dibuat atau dibantu oleh AI, tetapi tidak semuanya benar. Dengan literasi sains yang baik, seseorang dapat memeriksa sumber informasi dan mencari bukti pendukung sebelum mempercayainya.

Selain itu, literasi sains membantu memahami cara kerja AI beserta kelebihan dan keterbatasannya. Pemahaman ini penting agar pengguna tidak menganggap semua hasil yang diberikan AI selalu benar. Dalam dunia pendidikan, AI dapat membantu mencari referensi, membuat ringkasan, dan menjelaskan materi. Namun, hasil dari AI tetap perlu diperiksa kembali agar sesuai dengan fakta dan tujuan pembelajaran.Literasi sains juga mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan kemampuan tersebut, Generasi Z dapat menggunakan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas tanpa kehilangan kemampuan berpikir mandiri.

Untuk meningkatkan literasi sains, Generasi Z perlu membiasakan diri membaca sumber yang terpercaya, menggunakan AI secara kritis, serta aktif mengikuti kegiatan ilmiah seperti seminar dan diskusi. Selain itu, budaya bertanya dan memeriksa kebenaran informasi juga perlu dikembangkan.Literasi sains memiliki peran penting dalam membantu Generasi Z menghadapi perkembangan AI. Dengan kemampuan literasi sains yang baik, Generasi Z dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab sehingga mampu memanfaatkan AI secara optimal di era digital.

Referensi:

  • SIREGAR, KHOIRUN NISA. β€œPENGEMBANGAN MODEL LITERASI HADIS DIGITAL UNTUK GENERASI Z: ANALISIS TERHADAP PEMANFAATAN AI DALAM STUDI HADIS.” HAMIDAH: JURNAL ILMU HADIS 1.1 (2025): 15-29
  • YUDISTIRA, M., JAYA, A., AKBAR, N. S., AL MUNAWWAR, A. F., CHAZOMI, A., ANDRIANTI, A., ... & LESTARI, D. (2025). SOSIALISASI PENINGKATAN LITERASI AI BAGI GENERASI Z MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK PEMANFAATAN AI DALAM PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS DI SMAN 3 MUARO JAMBI. JURNAL PENGABDIAN DOSEN INDONESIA, 2(1), 1-11
  • AGUSTINASARI, AGUSTINASARI, ET AL. TRANSFORMASI LITERASI SAINS DI ERA KECERDASAN BUATAN: ANALISIS DALAM PERSPEKTIF KONSTRUKTIVISME. JURNAL PENDIDIKAN MIPA, 2025, 15.4: 1894-1900.