Resti Ananda Putri - STIA LANCANG KUNING KOTA DUMAI (S1)
Resti Ananda Putri - STIA LANCANG KUNING KOTA DUMAI (S1)

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, derasnya arus informasi juga menimbulkan tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, literasi sains menjadi kemampuan penting bagi Generasi Z agar mampu memahami, menilai, dan menggunakan informasi secara kritis.

Literasi sains adalah kemampuan seseorang untuk memahami konsep sains serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini membantu seseorang mengambil keputusan berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.

Menurut Budianti dkk. (2024), β€œliterasi sains merupakan keterampilan esensial abad ke-21 yang membantu individu memahami isu global serta mendorong berpikir kritis dan inovasi.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa literasi sains tidak hanya berkaitan dengan pelajaran sekolah, tetapi juga kemampuan menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Bagi Gen Z yang tumbuh bersama internet dan media sosial, literasi sains sangat diperlukan untuk menyaring informasi yang beredar. Seseorang yang memiliki literasi sains yang baik akan lebih mampu membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Selain itu, penelitian Muyassaroh dkk. (2022) menyatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin menuntut pentingnya penguasaan literasi sains dalam kehidupan modern. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Mahasiswa perlu membiasakan diri membaca sumber ilmiah, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan edukatif. Perguruan tinggi juga perlu mendorong budaya berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis penelitian.

Jadi kesimpulannya, literasi sains merupakan bekal penting bagi Gen Z dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dengan kemampuan ini, mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, berpikir kritis, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta ilmiah. Selain itu, literasi sains juga membantu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi dengan perubahan, serta berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial, akademik, dan profesional di era digital.

Referensi :

  • Budianti, N. M., dkk. (2024). Literasi Sains pada Generasi Z: Sebuah Tinjauan Literatur. https://jurnal.iicet.org/index.php/essr/article/view/5001
  • Muyassaroh, I., dkk. (2022). Upaya Peningkatan Literasi Sains Mahasiswa. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/cp/article/view/2564