
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Keberadaan smartphone tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media yang mendukung pembelajaran mahasiswa seperti mencari jurnal atau artikel ilmiah dengan cepat dan mudah. Namun, penggunaan smartphone yang tidak terkontrol akan menimbulkan permasalahan seperti gangguan konsentrasi belajar.
Ketika fokus belajar melemah, pencapaian akademik mahasiswa akan menurun, yang akhirnya memperlihatkan kurangnya keseriusan dalam belajar. Dalam hal ini, smartphone-lah yang menjadi tantangan bagi mahasiswa karena sering mengganggu fokus.
Gangguannya tidak hanya pada saat ponsel digunakan, tetapi juga notifikasi yang masuk secara terus-menerus. Kurangnya kontrol dalam menggunakan smartphone menimbulkan berbagai masalah seperti susah fokus dalam belajar, sulit bersosialisasi,kesulitan dalam memahami materi, dan jam tidur yang tidak teratur. Paparan radiasi yang dihasilkan oleh smartphone mengakibatkan penurunan fungsi otak yang bisa memperlambat mahasiswa dalam menangkap materi.
Mahasiswa yang sulit berkonsentrasi biasanya kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, jarang memberikan pertanyaan, dan kurang terlibat dalam kegiatan diskusi. Sebagai mahasiswa, saya seringkali melihat teman saya yang tidak bisa mengontrol penggunaan smartphone di dalam kelas, seperti saat perkuliahan berlangsung, mereka sering membuka media sosial seperti tiktok atau instragram dan juga membalas pesan selama dosen menjelaskan materi. Bunyi nontifikasinya seringkali membuat gagal fokus.
Terkadang saya sendiri juga kesulitan dalam mengontrol penggunaan smartphone, contohnya seperti saya pernah lupa mengerjakan tugas karna terlalu lama scroll sosial media dan mengakibatkan saya tidur larut malam. Saya juga sulit dalam mengatur waktu kapan harus belajar dan kapan scroll media sosial. Untuk mengatasinya, saya menerapkan sistem pomodoro. Sistem dimana 25 menit digunakan untuk belajar dan 15 menitnya scroll sosial media. Saya juga membuat to-do list harian, jadi saya tahu mana yang lebih dulu dikerjakan, lalu saya juga mengaktifkan mode jangan ganggu yang nontifikasinya tidak masuk sehingga fokus saya tetap terkendali.
Perkembangan teknologi smartphone bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi mempermudah akses mencari materi pembelajaran, namun di sisi lain menjadi alasan utama penurunan konsentrasi belajar. Sebagai mahasiswa, Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk menjadi pengguna yang cerdas. Jangan sampai waktu belajar kita habis hanya karena sibuk melihat layar. Jangan biarkan notifikasi menghentikan prestasi, matikan distraksi, hidupkan konsentrasi.
Referensi
- Arina, U. I. D., Anggraeni, N., Tsabita, N. D., Rahmawati, F., & Susetyo, A. M. (2026). Hubungan antara penggunaan smartphone dengan konsentrasi belajar mahasiswa FKIP Angkatan 2022 Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(1), https://doi.org/10.62281
- Iman, R. (2026). Pengaruh distraksi smartphone terhadap konsentrasi belajar mahasiswa di era digital. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 2(1), 10. https://journal.nasrangroup.com/index.php/educationist
- Sari, M., & Kurniawan, D. (2020). Pembelajaran berbasis teknologi dan pengaruhnya terhadap konsentrasi belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(2), 115â123.