ARTIKEL ILMIAH
HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARA KEPALA SEKOLAH DAN WALI MURID
DI LINGKUNGAN TK AL BAROKAH
Oleh:
MAYSYAROH, Nim 25202522232, Jurusan Pendidikan Anak usia Dini, IPTAR, Email : maysyaroh75m@gmail.com
ABSTRAK
Komunikasi yang baik menjadi fondasi utama terciptanya kerja sama antara sekolah dan wali murid dalam mendidik anak usia dini. Di TK Al Barokah, proses komunikasi antara kepala sekolah dan wali murid sering menghadapi berbagai kendala yang berpotensi menghambat keberhasilan Pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan apa saja yang terjadi, mengetahui dampaknya, serta merumuskan upaya perbaikan yang dapat diterapkan. Penulisan menggunakan metode studi perpustakaan dan pengamatan langsung di lingkungan sekolah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi perbedaan persepsi, keterbatasan waktu, sarana komunikasi yang belum optimal, serta jarak psikologis antara kedua belah pihak. Diperlukan Langkah-langkah nyata dari kedua belah pihak agar tercipta hubungan yang saling percaya demi kemajuan Pendidikan anak. Jika diatasi dengan Langkah-langkah yang tepat, maka hubungan yang harmonis dapat terwujud demi mendukung perkembangan anak secara maksimal.
Kata kunci : Hambatan komunikasi, Kepala sekolah, Wali murid, TK Al Barokah, Pendidikan Anak Usia Dini.
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah proses usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar mendan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kukuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ki Hajar dewantara (2000:11) mengatakan bahwa “Pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yamg ada pada anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tinginya”. Sedangkan Menurut Mulyasa (2021:31) ”Pendidikan merupakan kerja sama antara sekolah, keluarga dan lingkungan. Keberhasilannya sangat bergantung pada hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut.”
Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jenjang Pendidikan pertama yang sangat menentukan pembentukan dasar kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan anak. Di usia 4-6 tahun, anak membutuhkan bimbingan yang selaras antara lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Keselarasan ini hanya dapat tercapai jika terjalin komunikasi yang lancer, terbuka, dan saling memahami antara pihak sekolah dengan wali murid.
TK Al Barokah merupakan salah satu Lembaga Pendidikan anak usia dini yang berusaha memberikan layanan terbaik bagi peserta didiknya. Namun dalam perjalanannya, ditemukan bahwa proses penyampaian informasi, pertukaran pendapat, dan penyelesaian masalah antara kepala sekolah dan wali murid belum berjalan secara optimal. Masalah seperti keterlambatan menerima informasi, kesalahpahaman terhadap kebijakan sekolah, hingga kesulitan bertemu secara langsung menjadi keluhan yang muncul dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam mengenai kesulitan komunikasi ini agar dapat dicarikan slusi yang tepat.
Fenomena ini menjadi perhatian penting karena jika dibiarkan berlarut-larut, kesulitan komunikasi akan berubah menjadi penghalang utama. Kepercayaan dapat menurun, dukungan keluarga berkurang, dan pola Pendidikan yang diterapkan di rumah bisa sangat berbeda bahkan bertentangan dengan yang diajarkan di sekolah. Akibatnya, anak akan berada di tengah dua aturan yang berbeda dan membingungkan, sehingga proses pembentukan kebiasaan dan karakter menjadi terhambat.
Berdasarkan kondisi di atas, artikel ini disusun untuk menelaah lebih mendalam bagaimana bentuk komunikasi yang terjadi, apa saja yang menjadi penghambat utamanya, bagaimana dampaknya dirasakan dilapangan, serta upaya konkret apa yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi TK AL Barokah agar hubungan antara kepala sekolah dan wali murid dapat diperbaiki dan ditingkatkan menjadi lebih harmonis dan saling mendukung.
KAJIAN TEORI
Pengertian komunikasi
Dalam konteks Pendidikan, komunikasi menjadi jembatan untuk menyamankan persepsi antara pihak sekolah dan keluarag. Dedi Mulyana (2020:08) “menyatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran makna antara dua orang atau lebih, yang melibatkan penyampaian dan penerimaan pesan untuk mencapai saling pengertian”. Komunikasi di lingkungan sekolah berfungsi sebagai sarana penyampaian kebijakan, laporan perkembangan siswa, serta sarana membangun kerja sama. Komunikasi yang terjalin tidak boleh bersifat satu arah saja, melainkan dua arah di mana sekolah menyampaikan informasi dan wali murid juga berkesempatan menyampaikan pendapat, keluhan, atau laporan kondisi anak di rumah.
Peran Kepala sekolah dan Wali Murid
Kepala sekolah memilki peran sebagai pemimpin, pengelola, dan penghubung utama antara sekolah dengan masyarakat termasuk wali murid. Ia bertugas menyampaikan program Pendidikan, menjelaskan aturan, serta menerima masukan dari orang tua. Sementara itu, wali murid berperan sebagai mitra sekolah yang mendukung pelaksanaan Pendidikan, mengawasi perkembangan anak di rumah, serta memberikan informasi yang dibutuhkan pihak sekolah. Menurut pandangan Djamarah dan Zain (2021:12), kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena ia bertugas menjelaskan tujuan Pendidikan, menyampaikan aturan tata tertib, serta mengoordinasikan kegiatan, serta menciptakan suasana kerja sama yang kondusif. Sebagai pengelola, kepala sekolah juga berperan menyusun sistem informasi agar segala hal yang berkaitan dengan sekolah dapat diketahui dengan jelasb oleh pihak luar.
Di sisi lain, wali murid atau orang tua menempati posisi sebagai mitra Pendidikan yang sejajar dan sangat penting. Menurut Sujiono (2020:19), dalam pendidikan anak usia dini, orang tua dan pendidik adalah dua pihak yang tidak dapat dipisahkan. Orang tua memilki tanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai kondisi, kebiasaan, keunikan, serta Riwayat Kesehatan anak di rumah yang sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah. Sebaiknya mereka juga berhak mendapatkan laporan yang jelas, jujur, dan teratur mengenai perkembangan, keberhasilan, maupun kesulitan yang dialami anak selama berada di lingkungan sekolah.
Prinsip dan Bentuk Komunikasi yang Efektif
Agar komunikasi berjalan dengan baik, perlu memperhatikan prinsip kejelasan Bahasa, ketepatan waktu, kesesuain media, sikap saling menghargai, serta keterbukaan untuk menerima tanggapan. Tanpa prinsip ini, pesan yang disampaikan bisa salah tafsir dan menimbulkan kesalahpahaman. Menurut Deddy Mulyana (2020:12, pesan yang disampaikan harus jelas bahasanya , sederhana, dan sesuai dengan kemampuan pemahaman penerima. Waktu penyampampain harus tepat, saluran yang digunakan harus terbangun harus saling menghargai dan terbuka untuk menerima taggapan atau umpan balik.
Bentuk komunikasi dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Komunikasi lisan meliputi percakapan langsung, peretemuan, rapat, atau penyampaian informasi secara lisan di depan umum. Keunggulannya adalah cepat dan memungkinkan terjadinya pertukaran pendapat seketika. Sedangkan komunikasi tertulis berupa surat edaran, buku penghubung, pengumuman, atau dokumen resmi. Keunggulannya adalah informasi lebih terjamin kejelasannya, dapat dibaca berulang kali, dan memiliki bukti yang tetap. Dalam pelayan pendidikan yang baik, kedua bentuk ini sebaiknya digunakan secara berpadu dan saling melengkapi.
Hambatan dalam Proses Komunikasi
Dalam setiap proses komunikasi, selalu ada kemungkinan muncul ganguan atau hambatan yang menghalangi pesan sampai dengan utuh dan benar. Menurut Effendy, hambatan dapat bersumber dari tiga aspek utama, hambatan yang berasal dari pengirim pesan, hambatan yang ada pada saluran atau media yang dipakai, serta hambatan yang berasal dari penerima pesan. Secara lebih rinci, hambatan yang sering ditemui di lingkungan Pendidikan antara lain hambatan yang bersifat psikologis seperti sikap, prasangka, rasa sungkan, atau persepsi yang berbeda, hambatan semantik akibat penggunaan Bahasa atau istilah yang kurang dipahami. Hambatan fisik seperti jarak tempat atau keterbatan sarana, serta hambatan yang bersifat sosial budaya akibat perbedaan latar belakang Pendidikan, kebiasaan, atau cara pandang antara kedua pihak yang berinteraksi. Apabila hambatan ini tidak dikenali dan diatasi, maka komunikasi akan gagal mencapai tujuan.
PEMBAHASAN
Gambaran Umum TK Al Barokah
TK Al Barokah merupakan Lembaga Pendidikan anak usia dini yang berdiri dan beroperasi di wilayah Kota Dumai, Provinsi Riau. Sekolah ini berada di lingkungan pemukiman penduduk yang cukup padat dan beragam latar belakangnya. Visi sekolah adalah mewujudkan layanan Pendidikan yang berlandaskan iman dan taqwa, cerdas, serta membentuk kepribadian yang mandiri dan berakhlak mulia.
Jumlah peserta didik yang tercatat saat ini berjumlah sekitar 60 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok usia, yaitu kelompok A dan kelompok B. secara umum, kondisi tenaga pendidik dan kependidikan sudah memenuhi kualifikasi yang diharapkan dan berjumlah enam orang, di bawah kepemimpinan seorang kepala sekolah yang bertanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan manajemen maupun pembelajaran.
Kondisi sosial ekonomi dan pekerjaan wali murid cukup bervariasi. Sebagian besar bekerja di sector perdagangan, jasa, industry, tenaga kerja pabrik, maupun pegawai swasta di sekitar wilayah kota Dumai. Karakteristik pekerjaan ini memiliki dampak langsung terhadap ketersedian waktu luang. Sebagian besar orang tua berangkat bekerja cukup pagi dan baru pulang sore hari, sehingga waktu yang disisihkan untuk berkunjung atau berdiskusi secara mendalam di sekolah menjadi sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu latar belakang nyata yang sangat memengaruhi pola dan kualitas komunikasi yang terjalin antara kepala sekolah dan wali murid di TK Al Barokah.
Bentuk dan Faktor Penyebab Hambatan Komunikasi
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman di lapangan, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi penyebab Hambatan komunikasi yang terjadi sehari-hari, berikut uraian temuannya:
a. Perbedaan Persepsi dan Harapan
Ini adalah faktor yang paling sering terjadi, Pihak sekolah menjalankan program Pendidikan berdasarkan kurikulum PAUD yang menekankan pada bermain, pengembangan sosial, emosional, dan motorik anak. Namun, Sebagian wali murid menganggap keberhasilan belajar hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Ketika harapan ini tidak sesuai dengan proses yang berjalan, timbul kesalahpahaman bahwa sekolah kurang maksimal dalam menididik.
b. Keterbatasan Waktu dan Kesibukan
Kepala sekolah memiliki banyak tugas mulai dari administrasi, pengawasan kegiatan, hingga pelaporan ke dinas Pendidikan, sehingga waktu khusus untuk melayani wali murid sangat terbatas. Di sisi lain, Sebagian besar wali murid memiliki kesibukan kerja sehingga sulit meluangkan waktu untuk dating ke sekolah atau menghadiri pertemuan rutin yang dijadwalkan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ketersedian waktu yang sama merupakan syarat utama komunikatif efektif, namun menjadi tantangan besar di lapangan.
Upaya nyata yang tercatat, kepala sekolah mengantisipasi dengan menyiapkan catatan singkat tambahan, menyampaikan poin-poin penting secara berurutan, serta mengarahkan orang tua yang ingin berbicara lebih lama untuk membuat janji terlebih dahulu, sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan secara lebih terencana dan tidak terburu-buru.
c. Keterbatasan sarana dan media yang digunakan.
Hingga saat ini, sistem penyampaian informasi di TK Al Barokah masih sangat bergantung pada cara konvensional, yaitu pemberitahuan lisan saat menjemput anak, tulisan di buku terhubung, serta papan pengumuman di gerbang seolah. Penggunaan media berbasis teknologi seperti grup pesan singkat atau media sosial sebenarnya sudah mulai diterapkan namun belum berjalan merata dan maksimal. Kendala yang dihadapi adalah belum seluruh wali murid memilki akses yang lancar atau terbiasa mengecek informasi secara rutin lewat gawai. Ada juga yang memiliki akses namun jarang membaca pesan yang masuk.
Temuan ini menunjukkan bahwa setiap saluran komunikasi memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Tidak ada satu cara yang paling sempurna untuk semua pihak. Di TK Al Barokah, cara yang dikembangkan kepala sekolah untuk mengatasinya adalah prinsip pengulangan dan penguatan. Informasi penting disampaikan melalui lebih dari satu saluran, misalnya diumumkan langsung, ditulis di papan pengumuman, dikirimkan lewat pesan, dan diingatkan kembali saat untuk pertemuan berikutnya. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan resiko pesan yang hilang atau tidak sampai.
d. Adanya jarak psikologis dan sikap interaksi
Di lingkungan masyarakat setempat, masih ada anggapan bahwa jabatan kepala sekolah memilki kedudukan yang lebih tinggi dan istimewa. Hal ini menimbulkan rasa sungkan, segan, atau takut bagi Sebagian wali murid untuk berkunjung atau menyampaikan pendapat dan keluhan secara langsung. Komunikasi akhirnya hanya terjadi pada saat keperluan yang sangat mendesak atau wajib saja . sehingga kehilangan sifatnya yang berkelanjutan dan membangun. Ini termasuk hambatan psikologis yang bersumber dari persepsi hubungan kedudukan. Sebagai tanggapan nyata di lapangan, kepala sekolah berusaha menurunkan jarak tersebut dengan sikap yang sangat luwes, tidak membedakan kedudukan, serta sering mendekatkan diri lebih dulu kepada wali murid yang tanpak diam atau pasif. Hal ini terbukti berjalan efektif secara bertahap, seiring berjalannya waktu,, jumlah wali murid yang berani berbicara langsung semakin meningkat dibandingkan saat awal masuk sekolah.
e. Latar belakang sosial, Pendidikan, dan Bahasa.
Tingkat Pendidikan dan pengalaman hidup wali murid sangat beragam. Istilah-istilah teknis Pendidikan atau penjelasan yang disusun dengan Bahasa yang terlalu baku kadang sulit dipahami sepenuhnya. Akibatnya, pesan yang sudah dianggap sudah jelas, namun kenyataanya belum sepenuhnya diterima dan dimengerti maknanya. Perbedaan kebiasaan berbicara dan cara menyampaikan pendapat juga kadang menimbulkan kesalahpaham yang tidak disengaja.
Dampak Hambatan Komunikasi
Apabila kesulitan dan hambatan komunikasi tersebut dibiarkan terus berlangsung tanpa adanya upaya perbaikan, maka akan menimbulkan serangkaian dampak negatif yang merugikan kedua belah pihak, bahkan yang paling besar dampaknya justru dirasakan oleh anak peserta didik.
Beberapa dampak yg akan ditimbulkan jika komunikasi terhambat antara kepala sekolah dan wali murid:
1. Timbulnya kesalahpahaman dan prasangka yang tidak perlu.
Informasi yang tidak lengkap atau tidak jelas akan berkembang menjadi anggapan yang keliru, kemudian menyebar di antara sesama wali murid. Hal ini dapat merusak citra lembaga sekolah dan menurunkan kepercayaan masyarakat.
2. Hubungan kerja sama menjadi renggang dan kurang harmonis
Sekolah merasa kurang didukung dan dihargai usahanya, sedangkan wali murid merasa kurang dilibatkan dan kurang dan kurang mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Situasi ini menciptakan jarak emosional yang membuat kedua pihak sulit bergerak.
3. Terjadinya ketidaksamaan pola asuh dan pola Pendidikan.
Di sekolah anak dilatih disiplin, berbicara sopan, dan menjaga kebersihan. Jika di rumah tidak ada kelanjutan dan pengulagan nilai yang sama karena wali murid belum paham atau tidak tahu, maka anak akan bingung. Pembentukan kebiasaan baik menjadi lambat dan sulit tertanam kuat.
4. Penanganan masalah menjadi terlambat.
Jika ada hal penting yang berkaitan dengan kesehatan, kebiasaan, atau perkembangan anak, namun informasi tidak tersampaikan dengan cepat dan tepat, maka penanganan yang diperlukan menjadi tertunda dan bisa berakibat makin rumit.
Upaya Mengatasi Hambatan dan Meningkatkan Komunikasi
Berdasarakan analisis hambatan yang ada serta kondisi nyata TK Al Barokah kota Dumai, disusun Langkah-langkah yang bersifat praktis dan dapat diterapkan secara bertahap namun konsisten.
Langkah-langkah yang dapat diterapkan secara bertahap namun konsisten, antara lain:
1. Menyusun jadwal komunikasi yang teratur dan diketahui Bersama
Kepala sekolah menetapkan jam khusus yang disediakan secara resmi ungtuk menerima kunjungan atau konsultasi wali murid, misalnya setiap hari senin dan kamis pukul 13.00 sampai 15.00. dengan adanya jadwal tetap, wali murid dapat merencanakan waktu dan tidak merasa datang pada saat yang salah atau mengganggu pekerjaan sekolah. Selain itu, rapat atau pertemuan rutin dijadwalkan jauh hari sebelummya agar wali murid bisa mengatur izin kerja lebih awal.
2. Menggunakan kombinasi media komunikasi yang beragam dan saling menguatkan.
Sekolah tidak boleh hanya mengandalkan hanya satu cara saja. Imformasi penting harus disampaikan secara berurutan melalu pengumuman tertulis yang dibagikan, ditempel di papan, dicatat di buku penghubung, serta dikirimkan kembali lewat pesan grup. Bahasa yang digunakan disederhanakan, disusun singkat, padat, dan langsung pada inti, serta dihindari istilah yang terlalu teknis.
3. Membangun sikap keterbukaan dan kedekatan emosional.
Kepala sekolah berusaha menciptakan suasana yang ramah, mudah didekati, dan tidak berjarak. Mulai dari sapaan hangat di pagi hari, senyuman, hingga kesedian mendengarkan dengan sabar. Ketika wali murid merasa nyaman dan dihargai, rasa sungkan akan hilang dan mereka akan berani menyampaikan pendapat maupun keluhan dengan cara yang santun dan terbuka. Sebaliknya, kepala sekolah juga memandang masukan dari wali murid sebagai bahan pertimbangan yang berharga demi kemajuan sekolah.
4. Selalu melengkapi informasi dengan penjelasan tujuannya.
Setiap kebijakan, aturan, atau kegiatan yang diselenggarakan tidak cukup hanya diberitahukan, tetapi harus disertai penjelasan mengapa hal itu dilakukan dan apa manfaatnya bagi anak. Contohnya, menjelaskan bahwa bermain dan bergerak aktif adalah cara belajar yang paling efektif bagi anak usia dini, sehingga wali murid memahami dan tidak lagi membandingkan dengan cara belajar tingkat sekolah dasar.
5. Melibatkan wali murid secara aktif dalam kegiatan sekolah.
Keikutsertaan wali murid dalam acara seperti peyaan hari besar keagamaan, kegiatan perpisahan, kerja bakti lingkungan, atau kunjungan wisata membuat hubungan menjadi lebih akrab secara alami. Melalui keterlibatan langsung ini, mereka dapat melihat sendiri suasana dan proses pembelajaran, sehingga rasa saling percaya dan pnegertian akan tumbuh dan terjalin lebih kuat.
Secara keseluruhan, hambatan komunikasi yang ditemukan di TK Al Barokah bersifat nyata dan nyata dirasakan, namun bukan hambatan yang bersifat permanen atau tidak dapat diatasi. Kepala sekolah tidak berhenti pada kondisi yang ada, melainkan terus menyesuaikan cara, waktu, dan saluran komunikasi sesuai dengan tantangan yang muncul di lapangan. Hal inilah yang menjaga agar arus informasi tetap berjalan lancar dan hubungan kerja sama tetap terpelihara dengan baik.
PENUTUP
Berdasarkan seluruh uraian dan hasil pembahasan yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa hambatan komunikasi antara kepala sekolah dan wali murid di TK Al Barokah merupakan masalah nyata yang disebabkan oleh gabungan beberapa faktor. Faktor utamanya meliputi perbedaan persepsi dan harapan Pendidikan, keterbatasan waktu akibat kesibukan kerja, sarana penyampaian informasi yang belum sepenuhnya memadai, jarak psikologis, serta perbedaan latar belakang pemahaman. Jika kondisi ini dibiarkan, akan menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan kepercayaan, serta menghambat keselarasan Pendidikan antara sekolah dan rumah yang sangat dibutuhkan anak usia dini.
Komunikasi yang baik dan efektif bukanlah hal yang terjadi begitu saja, melainkan merupakan hasil usaha yang dibnagun, dirawat, dan ditingkatkan secara terus menerus oleh kedua belah pihak. Diperlukan kesadaran penuh bahwa kepala sekolah dan wali murid adalah mitra sejajar yang memilki tujuan yang sama, yaitu kebaikan dan keberhasilan anak.
Sebagai saran untuk perbaikan dan kemajuan selanjutnya, disarankan agar kepala sekolah senantiasa berupaya membuka akses informasi yang lebih luas dan jelas, menyediakan waktu khusus yang teratur, serta memeilihara sikap yang terbukadan akrab. Bagi wali murid disarankan untuk berusaha aktif mencari informasi, menyampaikan kondisi anak di rumah, serta berusaha memahami prinsip Pendidikan yang diterapkan di sekolah. Jika kedua belah pihak bergerak Bersama-sama mengatasi hambatan yang ada, maka akan tercipta hubungan kerja sama yang kokoh, harmonis, dan memberikan dampak yang sangat besar bagi kualitas pelayanan Pendidikan serta perkembangan anak yang maksimal di Tk Al Barokah.
DAFTAR PUSTAKA
- Mulyasa, E. (2021). Manajemen PAUD: Menjadi kepala sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Djamarah, S. B. & Zain, A. (2020). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
- Mulyana, D. (2020). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Sujiono, Y. N. (2020). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usian Dini. Jakarta: PT Indeks.
- Ki Hajar Dewantara . (2000). Penddikan dan Pengajaran: Kumpulan karangan Utama. Yogyakarta: Penerbit Universitas Gadjah Mada.