Putri Saharani - STIA Lancang Kuning Dumai (S1)
Putri Saharani - STIA Lancang Kuning Dumai (S1)

Kita Gen Z jago banget teknologi. ChatGPT, TikTok, AI, semua dikuasai. Tapi masalahnya, banyak yang cuma cerdas digital aja. Padahal kalau nggak dibarengin literasi sains, teknologi malah bisa nyasar. Literasi sains ini penting banget biar kita nggak jadi korban informasi salah di internet. Di era sekarang, data itu banjir banget. Kalau kita nggak punya filter ilmiah, kita gampang banget percaya sama hal yang salah.

Literasi sains itu kemampuan buat mikir pakai bukti dan data, bukan cuma ikut-ikutan tren. Contohnya, AI bisa ngasih saran obat atau tips kesehatan. Kalau kita nggak paham Biologi dasar, kita bisa langsung percaya dan bahaya buat diri sendiri. Menurut UNESCO, literasi sains itu kunci biar masyarakat nggak gampang tertipu informasi, apalagi di media digital.

Teknologi itu alat. Sains itu kompasnya. Waktu pakai aplikasi cek polusi udara di Pekanbaru, kita jadi ngerti kenapa kualitas udara buruk. Itu ada penjelasan Fisika dan Kimianya soal partikel PM2.5. Tanpa paham dasarnya, kita cuma bisa mengeluh tanpa tahu solusi yang masuk akal. Hal ini juga ditekankan dalam Buku Saku Literasi Sains Kemendikbudristek yang bilang kalau sains harus jadi dasar ngambil keputusan.

Contoh lain ada di bidang makanan dan kesehatan. Sekarang banyak banget konten TikTok yang jual "makanan penurun berat badan instan" atau "skincare ajaib". Kalau kita punya literasi Kimia dan Biologi dasar, kita bakal nanya dulu: "bahan aktifnya apa? udah ada izin BPOM belum? efek sampingnya apa? mekanismenya gimana?". Jadi nggak gampang ketipu iklan yang cuma pakai kata "AI recommended" atau "viral". Seperti yang diingatkan BPOM, masyarakat harus cerdas memilih produk kesehatan di media sosial dan nggak telan mentah-mentah klaim dari influencer.

Jadi, jadi Gen Z itu harusย doubleย cerdas. Cerdas digital buat pakai teknologi. Cerdas sains buat pakainya dengan bijak dan kritis. Kalau dua-duanya ada, baru deh kualitas hidup kita beneran naik. Kita jadi Gen Z yang sehat, nggak gampang dibodohi, dan bisa pakai teknologi untuk hal yang produktif, bukan merugikan diri sendiri.

Referensi

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022).ย Buku Saku Literasi Sains. Jakarta: Kemendikbudristek.
  • UNESCO. (2021).ย Science Education and Scientific Literacy.Paris: UNESCO Publishing.
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2023).ย Peran Literasi Sains dalam Menghadapi Era Digital.ย Jakarta: BRIN.
  • Badan POM RI. (2024).ย Cerdas Memilih Produk Kesehatan di Media Sosial.ย Diakses dari https://www.pom.go.id