Maya Hayani - STIA LANCANG KUNING DUMAI (S1)
Maya Hayani - STIA LANCANG KUNING DUMAI (S1)

Ilmu Alamiah Dasar (IAD) mengajarkan manusia untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui cara berpikir yang rasional, logis, dan berdasarkan fakta. Salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan tersebut adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Saat ini, AI banyak digunakan dalam dunia pendidikan karena mampu membantu mahasiswa mencari informasi, memahami materi, dan menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan tantangan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Gen-Z.

AI merupakan teknologi yang diciptakan untuk membantu manusia bekerja secara lebih efektif dan efisien. Penelitian Linda Aulia dkk. (2025) menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Gen Z menilai AI memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran karena mempermudah akses informasi dan penyelesaian tugas akademik.

Menurut saya, AI memang menjadi inovasi yang bermanfaat, tetapi penggunaannya harus tetap dikendalikan. Dalam kajian Ilmu Alamiah Dasar, manusia tidak hanya dituntut menerima informasi, tetapi juga menganalisis, menguji, dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang ada. Jika mahasiswa terlalu bergantung pada AI, kemampuan tersebut dapat berkurang.

Argumen ini diperkuat oleh penelitian Agung Supriyono dkk. (2024) yang menjelaskan bahwa penggunaan AI secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan serta mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa. Selain itu, penelitian Kazia Laturette dkk. (2025) menunjukkan bahwa AI tidak secara langsung meningkatkan hasil belajar. Manfaat AI sangat bergantung pada motivasi belajar dan cara penggunaannya. AI dapat membantu mahasiswa menemukan referensi, merangkum materi, dan memahami konsep dengan lebih cepat. Namun, informasi yang diberikan perlu diperiksa kembali melalui sumber yang terpercaya

Mahasiswa perlu memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti proses berpikir. Kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan sikap ilmiah harus tetap dikembangkan sesuai dengan nilai-nilai Ilmu Alamiah Dasar.

AI merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa Gen Z dalam proses pembelajaran. Namun, penggunaan AI yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Oleh karena itu, AI harus digunakan secara bijak agar dapat mendukung pembelajaran tanpa menghilangkan kemampuan analisis yang menjadi dasar berpikir ilmiah.

Referensi :

  • Aulia, L., dkk. (2025). Artificial Intelligence di Mata Gen Z: Sahabat Digital atau Ancaman Masa Depan.
  • Laturette, K., dkk. (2025). Peran Motivasi Belajar dalam Meningkatkan Kinerja Belajar dengan Menggunakan Artificial Intelligence (AI).
  • Supriyono, A., dkk. (2024). Dampak dan Tantangan Pemanfaatan ChatGPT dalam Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka.