
Orbit dulu dan Orbit Sekarang
Alam semesta adalah ruang luas yang menaungi tata surya. Bumi, satu-satunya planet yang menopang kehidupan, berputar mengelilingi Matahari dengan aman. Dahulu orbit Bumi tampak kosong dan sunyi, hanya dihiasi Bulan dan bintang. Namun seiring perkembangan teknologi, ruang angkasa kini menghadapi fenomena baru yang mengkhawatirkan yaitu penumpukan objek buatan manusia.
Sampah Antariksa?
Krisis yang terjadi di ruang angkasa adalah menumpuknya sampah antariksa di orbit Bumi rendah atau LEO. Sampah ini berupa pecahan satelit mati, roket bekas, hingga serpihan cat seukuran kuku. Menurut data NASA, saat ini terdapat lebih dari 36.000 objek berukuran di atas 10 cm yang mengorbit Bumi dengan kecepatan 28.000 km/jam.
Contoh nyatanya, pada 2009 satelit Iridium 33 milik AS bertabrakan dengan satelit Kosmos-2251 milik Rusia. Tabrakan itu menghasilkan ribuan pecahan baru yang masih mengorbit sampai sekarang. Para ilmuwan menyebut fenomena ini Kessler Syndrome: satu tabrakan memicu tabrakan berantai dan menghancurkan satelit aktif lainnya.
Dampaknya langsung ke kehidupan kita di Bumi. Satelit GPS yang menuntun ojek online di Palembang, satelit cuaca untuk prakiraan hujan, hingga satelit komunikasi untuk internet bisa rusak atau mati. Jika orbit rusak, maka "mata" manusia di langit akan buta dan kita kehilangan akses ke teknologi modern.
Saran
- Pertama, aturan internasional yang mewajibkan satelit mati diturunkan ke atmosfer agar terbakar habis dalam 25 tahun.
- Kedua, pengembangan teknologi "sapu angkasa" seperti satelit penangkap puing oleh ESA dan JAXA.
- Ketiga, kesadaran negara dan perusahaan swasta untuk desain satelit yang tidak meninggalkan serpihan saat hancur.
Kesimpulan
Bumi dan ruang di sekitarnya adalah satu kesatuan. Krisis di orbit adalah krisis bagi kehidupan di Bumi. Menjaga kebersihan ruang angkasa berarti menjaga masa depan eknologi dan keselamatan manusia. Sudah saatnya kita bertindak sebelum RUANG KRISIS menjadi bencana nyata
REFERENSI
- Website resmi NASA Orbital Debris Program Office
- NASA Orbital Debris Program Office. Orbital Debris Quarterly News, Volume 28, Issue 3, 2024.
- Artikel Riza Muftah Muharam, Hari ini 2009: Satelit buatan AS dan Rusia bertabrakan di Orbit Bumi