Zuliandi Putra - STIA LK DUMAI (S1)
Zuliandi Putra - STIA LK DUMAI (S1)

Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi signifikan dalam kehidupan masyarakat modern, khususnya dalam pola akses terhadap informasi dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang sebelumnya hanya dapat dijangkau melalui buku atau lembaga pendidikan formal kini dapat diperoleh dengan mudah hanya bermodal perangkat ponsel yang tersambung ke internet. Hal ini sejalan dengan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (2025), yang mencatat bahwa sekitar 72,78% penduduk Indonesia telah memanfaatkan internet sepanjang tahun 2024.

Grafik 1 berikut menunjukkan tren yang terus meningkat, mengindikasikan bahwa internet kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas harian masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa.

Grafik 1. Tren Penggunaan Internet di Indonesia Tahun 2024 Sumber: Badan Pusat Statistik (2025)
Grafik 1. Tren Penggunaan Internet di Indonesia Tahun 2024 Sumber: Badan Pusat Statistik (2025)

Di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena sosial yang belakangan banyak diperbincangkan, yaitu brain rot. Fenomena ini merujuk pada kecenderungan melemahnya kapasitas berpikir secara kritis dan mendalam sebagai dampak dari konsumsi konten digital yang bersifat cepat, ringkas, dan repetitif. Kondisi semacam ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah kemajuan teknologi betul-betul berbanding lurus dengan peningkatan kualitas berpikir manusia, ataukah justru sebaliknya?

Tidak dapat dimungkiri bahwa teknologi digital telah membuka cakrawala baru bagi dunia pendidikan. Para mahasiswa kini memiliki akses yang lebih luas terhadap beragam sumber referensi akademik, dapat mengikuti perkuliahan secara daring dari mana saja, dan berkesempatan memperoleh wawasan lintas batas negara. Namun demikian, kemudahan ini tidak hadir tanpa konsekuensi. Derasnya arus informasi yang mengalir tanpa henti justru kerap kali tidak diiringi oleh standar kualitas yang memadai.

Sebagaimana tampak pada Gambar 1, aktivitas mahasiswa masa kini sangat erat kaitannya dengan penggunaan perangkat teknologi digital. Meskipun teknologi terbukti membantu dalam proses pembelajaran, di sisi lain ia juga berpotensi memunculkan gangguan konsentrasi yang cukup serius. Banyak pengguna, terutama generasi muda, lebih terbiasa mengonsumsi informasi dalam format konten pendek seperti video singkat atau infografis daripada melakukan pembacaan mendalam terhadap teks panjang atau melakukan analisis kritis. Situasi ini secara perlahan dapat mengikis kemampuan fokus, daya evaluasi informasi, serta nalar kritis yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan akademik.

Gambar 1. Ilustrasi Kehidupan Mahasiswa di Era Digital Sumber: Dokumen Penulis
Gambar 1. Ilustrasi Kehidupan Mahasiswa di Era Digital Sumber: Dokumen Penulis

Perlu ditegaskan bahwa teknologi sejatinya bukan akar permasalahan yang sesungguhnya. Teknologi hanyalah sebuah alat; dampaknya bergantung sepenuhnya pada cara manusia menggunakannya. Itulah mengapa literasi digital menjadi kompetensi yang krusial untuk dimiliki setiap pengguna, agar mereka mampu memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi yang diterima secara tepat sasaran dan bertanggung jawab.

Fenomena brain rot memperlihatkan secara nyata bahwa kemudahan dalam mengakses informasi tidak serta merta berbanding lurus dengan kedalaman pemahaman. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dilandasi oleh kebiasaan berpikir kritis serta kesadaran untuk menggunakan media digital secara bijak. Apabila keseimbangan ini dapat dijaga, teknologi akan benar-benar berfungsi sebagai instrumen yang mendorong perkembangan pengetahuan sekaligus memelihara kualitas berpikir generasi penerus bangsa.

Referensi

  • Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik telekomunikasi Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.
  • Bawden, D., & Robinson, L. (2020). Information overload: An overview. Facet Publishing.
  • Galindo-Domínguez, H., Bezanilla, M. J., & Campo, L. (2025). Relationship between social media use and critical thinking in university students. Education and Information Technologies, 30, 6641–6665.
  • Paul, R., & Elder, L. (2020). Critical thinking: Tools for taking charge of your learning and your life (4th ed.). Pearson.
  • Smith, E. E., & Storrs, H. (2023). Digital literacies, social media, and undergraduate learning: What do students think they need to know? International Journal of Educational Technology in Higher Education, 20(29), 1–23.
  • UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education: A tool on whose terms? UNESCO.
  • Zhao, Y., Li, T., & Sobolev, M. (2024). Digital wellbeing redefined: Toward a user-centric approach for positive social media engagement. arXiv.