PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF GENERASI Z TERHADAP KERUSAKAN EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN
PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF GENERASI Z TERHADAP KERUSAKAN EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN

Pendahuluan

Generasi Z tumbuh di era digital yang serba instan. FOMO (Fear of Missing Out) membuat mereka sering merasa harus memiliki barang-barang terbaru untuk diterima di lingkungan sosial. Pengaruh dari media sosial yang memamerkan gaya hidup mewah dan Kemudahan akses belanja online semakin mendorong perilaku konsumtif pada generasi Z.

Pembahasan

Generasi Z, yang umumnya didefinisikan sebagai mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, tumbuh di tengah revolusi digital yang membawa perubahan besar dalam pola pikir dan perilaku. Konsumerisme di kalangan mereka cenderung didorong oleh kebutuhan untuk mengikuti tren global dan memamerkan status sosial melalui barang dan layanan yang dipilih, menciptakan pola konsumsi yang sangat dinamis dan sering kali instan (Hasdiansa, dkk., 2023).

Gaya hidup konsumtif ditandai dengan pembelian barang secara berlebihan, tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu manfaat dari barang yang dibeli dan dampaknya kepada lingkungan, terutama bagi lingkungan sekitar, Kebiasaan membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan demi mengejar tren terbaru menghasilkan banyaknya sampah dan limbah karena membuang barang dengan cepat setelah tidak terpakai. gaya hidup konsumtif telah menciptakan krisis sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Udara sehari-hari yang kita hirup tercemar oleh mikroplastik yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik, air yang setiap hari kita minum terkontaminasi oleh zat-zat kimia berbahaya yang terkandung dalam plastik, dan tanah dari bumi menjadi tidak subur akibat tumpukan sampah plastik.

Solusi dan Saran

Untuk mengatasi permasalahan ini, dapat dilakukan pendidikan lingkungan sejak dini. Hal ini merupakan pondasi yang kuat untuk membudayakan perilaku peduli akan lingkungan. Langkah awal dapat dengan diberikan pemahan mengenai lingkungan dan mencontohkan kebiasaan yang ramah lingkungan. Dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan, Gen Z tidak hanya melindungi lingkungan sekitar tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kesimpula

Ekologis generasi Z terdiri dari faktor internal dan eksternal. mereka merasa sulit untuk mengubah kebiasaan konsumsi yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Namun, terdapat motivasi yang mendalam untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia yang semakin terancam oleh limbah plastik dan polusi.

Referensi

  • Ewe, S. Y., & Tjiptono, F. (2023). Predicting sustainable consumption behavior among Generation Z: The paradox of green consciousness and fast fashion. Journal of Proust Behavioral Studies, 11(1), 89–104.
  • Jannah, P. M. (2023). Analisis Faktor Penentu Keputusan Pembelian Produk Ramah Lingkungan di Kalangan Generation Z di Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).
  • Hasdiansa, I. W., Hasbiah, S., & Aswar, N. F. (2023). Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Pembelian Ramah Lingkungan Generasi Milenial Dan Generasi Z. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan, 12(1), 49-60.