Riffky Andara Irham - STIA Lancang Kuning Dumai (S1)
Riffky Andara Irham - STIA Lancang Kuning Dumai (S1)

Nalar merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia untuk berpikir pada kehidupan sehari-hari. Di era industri kita yang sedang transisi dari 4.0 ke 5.0 ini, terdapat Artificial Intelligence (AI) yang salah satu fungsinya yaitu membantu manusia untuk mencari jawaban akan pertanyaan-pertanyaan secepat mungkin. Artificial Intelligence atau AI ini memang banyak memberikan dampak positif, akan tetapi dampak negatif dari penggunaan AI tersebut juga tidak kalah banyaknya. Salah satu dampak negatif penggunaan AI yang menjadi permasalahan yaitu kita menjadi semakin malas dalam menggunakan kemampuan berpikir kita yang dapat menyebabkan tumpulnya nalar kita dari hari ke hari.

Penggunaan AI tidak hanya digunakan oleh golongan umum, akan tetapi golongan terpelajar seperti mahasiswa juga sering sekali menggunakan AI untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasibuan (dalam Ulfah, 2024) jika para mahasiswa ketergantungan dengan memakai AI, maka hal ini dapat merusak daya saing mahasiswa di dunia kerja, yang dimana pada dunia kerja tersebut sangat mementingkan keterampilan bepikir kritis dan memecahkan masalah. Jika mahasiswa tidak mengembangkan kemampuan tersebut selama masa kuliah, maka ini bakal berdampak pada susahnya beradaptasi dengan dunia kerja profesional.

Gambar 1. Ilustrasi Penggunaan AI oleh Mahasiswa. Diadaptasi dari Marak Mahasiswa Gunakan AI, Kampus Ingin Terapkan Kembali Ujian Lisan, oleh Prae_Studio, 2026, Getty Images.
Gambar 1. Ilustrasi Penggunaan AI oleh Mahasiswa. Diadaptasi dari Marak Mahasiswa Gunakan AI, Kampus Ingin Terapkan Kembali Ujian Lisan, oleh Prae_Studio, 2026, Getty Images.

Kemudian, dampak negatif selanjutnya dari mahasiswa yang sering menggunakan AI ini, yaitu dapat menyebabkan mahasiswa tidak begitu memahami materi yang telah ia buat, akibatnya selama presentasi ia seperti orang kebingungan. Hal ini juga didukung oleh (Ma’wa, 2024) ia mengungkapkan bahwa salah satu dampak negatif dari mahasiswa yang ketergantungan dengan AI ini yaitu dapat berkurangnya pemahaman dan pengalaman belajar dari mahasiswa tersebut. Mahasiswa harus lebih bijak dalam menggunakan AI untuk mendukung proses belajar dan pengembangan dirinya.

Sebenarnya, ada cara lain agar penggunaan AI ini tidak mengurangi kemampuan berpikir kritisnya mahasiswa. Dengan cara, menggunakan AI itu sebatas diskusi atau yang dinamakan dengan brainstorming. Bisa juga dengan cara lain seperti menjadikan AI hanya sebatas untuk mencari jurnal, namun tetap kita juga yang memilih jurnal tersebut.

Jadi kesimpulannya, mahasiswa sebenarnya boleh menggunakan AI, namun penggunaannya harus diperhatikan dan tidak boleh serta merta copy paste begitu saja. Akan tetapi, harus menjadikan AI itu sebagai teman diskusi agar kemampuan kita dalam berpikir kritis tidak kian terkikis dan dapat terus bersaing hingga beradaptasi pada dunia kerja yang profesional kelak.

REFERENSI

  • Ma’wa, P. J. (2024). Dampak penggunaan teknologi artificial intelligence pada kegiatan pembelajaran mahasiswa. KAPALAMADA: Jurnal Multidisipliner, 3(3), 45-50.
  • Ulfah, M. (2024). Dampak ketergantungan pada artificial intelligence terhadap kemampuan analitis dan kreatif mahasiswa. VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 15(1), 120-130.