Riska Agustia - SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI LANCANG KUNING DUMAI (S1)
Riska Agustia - SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI LANCANG KUNING DUMAI (S1)

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.Salah satu teknologi yang saat ini banyak digunakan adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.Kalangan mahasiswa, AI sering dimanfaatkan untuk mencari informasi, membuat rangkuman materi, membantu mengerjakan tugas, hingga menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan perkuliahan.Kehadiran AI membantu dan memberikan banyak kemudahan, akan tetapi di sisi lain juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Perkembangan zaman membuat banyak mahasiswa menggunakan AI karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat. Jika sebelumnya mahasiswa harus mencari referensi dari berbagai buku atau website, sekarang informasi dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik. Kelebihan dari AI mampu menjelaskan materi yang sulit dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami. Kemudahan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih efisien dan membantu mahasiswa menghemat waktu.

Dampak penggunaan AI yang terlalu sering juga perlu diperhatikan. Sebagian mahasiswa mulai terbiasa mendapatkan jawaban secara instan tanpa berusaha memahami materi terlebih dahulu. Akibatnya, kemampuan untuk menganalisis masalah, mencari solusi, dan mengevaluasi informasi dapat berkurang. Padahal, berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi berbagai tantangan, baik selama perkuliahan maupun di dunia kerja nantinya.

Informasi yang diberikan oleh AI tidak selalu benar dan akurat. Ada kalanya AI memberikan jawaban yang kurang sesuai dengan fakta atau sumber ilmiah yang terpercaya.Mahasiswa harus bijak dalam menggunakan AI seperti tidak boleh langsung menerima semua informasi yang diberikan AI tanpa melakukan pengecekan ulang. Mahasiswa tetap perlu membandingkan informasi dari berbagai sumber agar memperoleh pemahaman yang lebih tepat dan mendalam.

Menurut saya, AI merupakan teknologi yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak. AI sebaiknya dijadikan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir. Mahasiswa tetap perlu membaca, memahami, dan menganalisis materi secara mandiri agar kemampuan berpikir kritis tetap berkembang. Jika memanfaatkan AI secara tepat, mahasiswa dapat merasakan manfaat teknologi sekaligus akan tetapi, tetap memiliki kemampuan berpikir yang baik. Mahasiswa tetap perlu berpikir kritis agar dapat menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab meskipun hidup di era AI.

Referensi

  • Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson.
  • UNESCO. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. Paris: UNESCO.
  • World Economic Forum. (2024). The Future of Jobs Report 2024. Geneva: World Economic Forum.